Diary BA Maba UHAMKA

Nama : Reza Syawaludin

Prodi : Ilmu Komunikasi

NIM : 2206015224

Kelompok : 6

Gelombang : 10



 Assalamualaikum Warrohmatullah Wabarokatuh


Hai teman-teman~

Perkenalkan nama aku Reza Syawaludin,  biasa di panggil eja selaku Maba UHAMKA 2022 

Awalnya aku fikir jadi maba itu bakal sulit banget, tapi ternyata gak seburuk yang aku fikirin selama ini. Ya walau gak seneng melulu sih, pasti ada lika liku nya apalagi kali ini aku di haruskan untuk ikut kegiatan yang namanya Baitul Arqam Baru atau BAM

Kalian tau gak BAM itu apa?

BAM itu mirip sama Ospek. Kegiatan pra kuliah yang di adakan oleh pihak kampus yang di laksanakan selama beberapa hari untuk orientasi para Mahasiswa baru sebagai bentuk pengenalan tentang kampus dan seluruh isi yang ada dalam dunia perkuliahan. Tapi ospek yang di adakan UHAMKA kali ini berbeda dengan kampus kampus lain.

Seperti yang kita tau kegiatan OSPEK identik dengan panas panasan di lapangan, di disiplinkan dengan fisik tapi di uhamka beda dan lebih menyenangkan. Kegiatan ospek di uhamka di laksanakan di dalam ruangan yang tentunya sejuk dan tidak panas seperti di jemur di bawah terik matahari dan seluruh kegiatan nya pun sangat bermanfaat.

Kegiatan ini buat aku gugup, takut ada sesuatu yang teringgal. Di tambah aku baru aja selesai mengikuti kegiatan PETA, Pekan Ta`aruf Universitas Prof. Dr. Hamka yang dilaksanakan selama 4 hari. Maka dari itu aku menyiapkan seluruh bawaan ku lebih awal dan selalu melakukan pengecekan ulang agar tidak ada satupun barang yang tertinggal. Mulai dari pakaian yang akan kukenakan nanti, peralatan mandi, obat obatan pribadi juga peralatan ibadah. Setelan dirasa semuanya telah siap, aku memutuskan untuk tidur lebih awal agar tidak kesiangan.

Keesokan harinya, hari yang di tunggu akhirnya tiba. Aku terbangun tepat pada pukul 03.30 pagi.

Dengan badan yang terasa masih lelah, perasaan yang sedikit malas juga kantuk yang masih melanda, akhirnya aku memaksakan diriku untuk bangun dan langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku. Setelah nya aku langsung bersiap mengenakan pakaian yang lengkap, hari pertama menggunakan dresscode kemaja putih, celana bahan hitam dan peci hitam layaknya dresscode ospek pada umumnya. Lalu setelahnya aku melaksanakan sholat subuh.

Pagi itu ibu ku membantuku menyiapkan sarapan untukku yang tengah sibuk mengecek kembali barang bawaan ku sedangkan beliau juga harus berangkat ke kantornya. Sejenak aku merasa terharu dengan sikap nya yang cemas, takut nantinya datang terlambat dan mendapat hukuman. Apalagi kalau aku melewatkan sarapan ku. Sejenak aku termenung kala melihat sikap ibu ku yang seolah berperan seperti mendiang ayah ku dahulu yang sangat heboh di setiap pagi kala aku akan berangkat ke sekolah dengan raut wajah yang terlihat cemas seraya menyiapkan sarapan juga selalu mengingatkan apa apa yang harus aku kenakan dan bawa.

Karena waktu yang semakin siang, aku langsung berpamitan dengan ibu ku juga kakak dan kakak ipar ku. Aku berangkat ke lokasi pukul 05.00 agar tidak terlambat karena jarak rumah dengan kampus cukup jauh dan memakan waktu yang banyak untuk sampai kesana.

Di tengah rasa gugup yang melanda, kami sempat salah jalan tetapi Alhamdulillah nya jalanan tidak begitu ramai. Akhirnya pada pukul 06.37 aku sampai di tujuan tepat waktu. Dengan segera aku langsung memarkirkan motor dan berjalan ke titik kumpul. Awalnya aku terkejut karena ternyata sudah banyak peserta lain yang datang lebih awal dariku. Tanpa berpikir lama aku langsung masuk ke dalam barisan sesuai kelompok. Di saat itu aku memberanikan diri untuk berkenalan dengan orang di depan ku juga sampingku dan kami pun menjadi teman. Awal nya aku merasa sedikit ragu, takut mereka risih karena di kita berasal dari fakultas yang berbeda tapi di saat itu juga ada seseorang yang mengenaliku lalu menyapa ku dan ternyata dia satu fakultas dengan ku. Saat itu aku merasa lebih tenang dan senang karena aku punya teman dari fakultas yang sama dengan ku.

Setelah semua nya terkumpul, para mentor mengarahkan kami untuk jalan menuju aula yang berada di lantai 6. Di karenakan kita sedang dalam masa orientasi, kita tidak di perbolehkan memakai elevator.Kita hanya di perbolehkan menggunakan tangga. Dengan perasaan yang amat lelah terutama di bagian kaki, perlahan kami menaiki anak tangga sampai 6 lantai jauh nya. Kami harus menaiki tangga dengan membawa barang-barang. Capek dan lelah pastinya. Tapi disini kami diajarkan untuk tidak mengeluh untuk tidak menjadi anak yang manja kami diajarkan untuk menjadi anak yang mandiri dan kuat.

Sampainya di aula kami menyanyikan lagu Mars muhammadiyah serta lagu Indonesia Raya, setelah itu dilanjutkan dengan pembukaan- pembukaan & perkenalan para instruktur serta para panitia. Setelah acara pembukaan kami pun menuju ke kelas yang ada di lantai tiga 

setelah berkenalan kami ber diskusi bersama, bertukar pendapat menjadikannya satu kesimpulan secara bersama, kemudian dipresentasikan dan mengadakan tanya jawab. Merasakan perbedaan yang sangat jauh ketika saya masih SMA, di masa kuliah kami diajarkan untuk berani bertanya


kemudian setelah ber diskusi bersama jam menunjukkan pukul 12.00 di mana para laki laki diharuskan dan perempuan melaksanakan sholat zuhur bersama 

selesai sholat kami pun istirahat, kami makan bersama bercerita bersama berbagi cerita mendengarkan cerita seru sekali. bersyukur sekali karena saya mendapatkan kelompok yang sangat baik ramah dan tidak sombong. Setelah istirahat, sholat dan makan dilanjutkan dengan materi


tapi sebelumnya kami pindah kelas karena kelas kami sebelumnya terlalu sempit jadi kami pindah kelas di depan. materi pertama yaitu mengenai Islam berkemajuan di sini kami dijelaskan bagaimana Islam berkemajuan itu apa yang namanya Islam berkemajuan. setelah itu kami pun melakukan diskusi bersama. 


 Setelah selesai semua materi di hari pertama, sebelum menuju ke asrama kami melakukan makan malam terlebih dahulu, kemudian briefing bersama kakak instruktur. sebelum menuju asrama kami diarahkan untuk masjid terlebih dahulu untuk pembagian kamar.


Setelah kami mendapatkan kamar, aku sempat sedih karena Bila tidak tergabung dalam kamar kami, dia terpisah sendirian. Namun setelahnya karena hari yang semakin malam, kami langsung masuk ke kamar masing masing. Disana kami menata tempat tidur kami agar dapat cukup menampung kami semua. Namun malam itu kami sempat mengobrol dan berbagi cerita terlebih dahulu sampai lewat dari tengah malam. Satu persatu mulai merasa ngantuk dan memilih untuk tidur terlebih dahulu yg menyisakan ku yg masih terjaga. Namun karena kesunyian melanda, aku pun merasa mengantuk dan memutuskan untuk ikut tidur.


Tidak lama dari itu aku terbangun dengan salah satu teman ku dan bertanya sudah pukul berapa, Ia menjawab sudah pukul 02.30. Sudah waktunya untuk siap siap melaksanakan tahajjud. Akhirnya aku pun membangunkan yang lain nya juga dan kami semua mandi. Namun setelah selesai mandi, aku merasa bingung kenapa yang lain nya juga belum terbangun sama hal nya dengan para mentor. Sesampai nya di kamar, kami semua mencoba memastikan pukul berapa sekarang. Dan lucu nya, alasan mengapa masih sangat sepi dan anak kamar lain yg tidak kunjung bangun adalah karena saat kita selesai bebersih, jam masih menunjukan pukul 2 pagi.


Kami semua menertawai diri kami karena ketidak telitian kami. Jadi pada saat kami menanyakan pukul berapa, teman ku itu melihat nya masih dalam keadaan setengah sadar maka dari itu terjadi lah kekeliruan. Karena masih memiliki waktu yg cukup lama sebelum di bangunkan oleh kakak mentor juga rasa kantuk yang masih melanda, teman teman ku yg lain memutuskan untuk tidur kembali, lain hal nya dengan aku dan Dita, kami memutuskan untuk terjaga agar kami tidak telat. Sambil menunggu waktu kami hanya berbincang berbagai hal yang seru.


Sampai akhirnya, dan sudah menunjukan pukul 02.30 


Akrhirnya aku membangunkan teman-teman ku untuk melaksanakan sholat tahajud bersama membaca Al-Quran bersama serta sholat subuh berjamaah.


Saat akan keluar kamar para kakak mentor terkejut dengan kami yg sudah siap berangkat ke masjid, sampai kelompok kami di juluki kamar ter rajin haha


setelah melaksanakan sholat kami pun senam bersama. senam dipimpin oleh kakak instruktur dan diikuti oleh para teman-teman semua senam pun berakhir kami sarapan bersama di lapangan, selesai sarapan kami pun bersih-bersih


setelah bersih-bersih kami kembali ke kelas untuk praktik sholat baca Quran, wudhu, sambil menunggu giliran teman saya yang ditugaskan untuk menampilkan pentas seni nanti malam berlatih terlebih dahulu, kelompok 6 kebagian pentas seni menampilkan sebuah pantun (sumpah gak ada lucu lucunya penonton juga gak ada yg ketawa). Tak lama kemudian hari pun sudah malam acara yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga, acara pentas seni diadakan di aula lantai enam, kami pun bergegas menuju lantai enam untuk menyaksikan pentas seni 

grogi cemas dan takut pasti ada, tapi karena kebersamaan kekompakan serta semangat dari teman teman dan kakak instruktur yang membuat kami tampil percaya diri. Kalah dan menang itu hal yang biasa, Yang paling terpenting kami sudah menunjukkan yang luar biasa. Acara BAM kali ini sangat meriah karena ada sesi menyanyi bersama. Berbagai lagu di putar sampai rasanya tak ingin mengakhiri hari itu. acara pentas seni ditutup dengan lagu Endank Soekamti yang berjudul "sampai jumpa". Dan seketika semua nya pun berdiri dan maju kedepan saling bergandeng dan bernyanyi bersama. Terasa sekali sedihnya karena tak menyangka bahwa BAM akan segera berakhir, sampai kapanpun saya akan merindukan hari itu, hari di mana saya mengenal lingkungan baru, teman baru, serta tahap selanjutnya yang baru. Kami menyanyikannya lagu nya bersama begitu syahdu, begitu meriah, begitu sedih. karena setelah acara ini kami mungkin akan sulit bertemu


mengapa? karena tidak semuanya dari kami satu Prodi dan satu gedung 


keesokan harinya, acara penutupan BAM. seperti biasa sebelum acara dimulai kami menyanyikan lagu Mars muhammadiyah dan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan serta mengucapkan janji mahasiswa, kami mengucapkan dengan suara yang begitu lantang


Terimakasih untuk kelompok 6 atas kebersamaan nya selama 3 hari, canda tawa serta cerita yang telah terukir bersama. Dan terimakasih untuk kakak mentor yg telah membimbing kita selama BAM, Kakak instrukturnya baik banget.

Terimakasih untuk BAM, karena nya saya jadi mengenal teman baru, lingkungan baru


Mengenal kakak-kakak tingkat secara langsung. 


3 hari yang begitu capek namun menyenangkan dan sulit untuk dilupakan.






















Komentar

Postingan populer dari blog ini

NILAI HIDUP DALAM MASYARAKAT